Minggu, 15 April 2012

Tinggalkan Kuliah, Ditawari Jadi Vokalis Dewa


Musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup Prattyoda Bhayangkara Bhirawida (25). Banyak hal dia korbankan demi kecintaannya itu. Jalan panjang telah ditempuh, sebelum namanya populer dan masuk 12 besar ajang Indonesian Idol.
MASIHjelas dalam ingatan Lily Sri Awansih (51) ibu Prattyoda ketika kali pertama mengetahui kenyataan anaknya tidak lagi kuliah. Saat itu, pertengahan 2010, ketika Yoda panggilan akrabnya, menyampaikan pengakuan kepada keluarga bahwa dirinya telah berhenti kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Amikom Yogyakarta lantaran sibuk bermain musik.
“Sebagai orang tua, siapa yang tidak sedih melihat anaknya berhenti kuliah pada semester empat, garagara musik,” ujar Lily saat ditemui Suara Merdeka di kediamannya, Senin (9/4). Hari menjelang senja, saat perempuan setengah baya itu berbincang di ruang tamu rumahnya di Gang Sumbing No 75 Kelurahan Bumirejo, Kebumen. Ditemani putri bungsunya, Anisa Dyah Elka yang masih kelas 3 SMP, Lily berkisah tentang hidup anaknya. Selain kedua orang tuanya, saat itu, Yoda dimarahi oleh kedua kakaknya. Dia hanya bisa menangis dan siap bertanggung jawab atas pilihannya itu.
Tekadnya yang keras, membuat remaja kelahiran Kebumen, 9 Februari 1987 itu pun meluluhkan hati keluarganya.  Tidak terkecuali bapaknya, Hendro Koesmani (53), pensiunan Polri berpangkat Briptu tersebut. “Karena kemauan anak sudah begitu, mau apa lagi. Kami hanya mendukung saja,” imbuh Lily.
Saat kembali ke Kebumen, Yoda yang dulu dipanggil Oda, membentuk sejumlah grup band.  Sebut saja Male Rose, D’Jas, dan Today. Grup band yang terakhir itu masih eksis hingga sekarang. Di setiap grup, Yoda menjadi vokalisnya.
Nama Yoda memang cukup populer di kalangan remaja, khususnya pencinta musik di Kebumen. Setiap manggung, bisa dipastikan banyak penggemarnya yang memadati acara tersebut.  Berbagai tawaran menyanyi dia dapatkan, mulai mengisi festival band hingga menyanyi di resepsi pernikahan.
Alumnus SMA Negeri 2 Kebumen itu sadar karier musiknya tidak akan berkembang jika hanya tinggal di Kebumen. Untuk itu, demi mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyanyi profesional, dia mengikuti audisi Indonesian Idol musim ke tujuh ini.”Tahun 2010 lalu, aku juga sempat ikut. Tetapi tidak lolos,” ujarnya.
Awalnya, Yoda mengikuti audisi lokal Yogyakarta di Jogja Expo Centre (JEC) pada 14-15 Januari lalu. Namun karena kelebihan kuota, panitia menolaknya. Akhirnya, dia mengikuti audisi di Jakarta pada 27 Januari. Dalam audisi lokal Jakarta dia harus bersaing dengan sekitar 15.000 pendaftar.
Dari jumlah itu kemudian disaring tinggal 100 orang. Kemudian diperas lagi untuk dipilih 50 orang dan 30 orang. Beruntung, dirinya adalah salah satu di antara 30 peserta yang lolos audisi lokal Jakarta. 
Perjuangan belum berakhir. Sebab, dia harus melangkah untuk bersaing dengan seluruh peserta yang lolos dari audisi di seluruh Indonesia. Meliputi Palembang, Manado, Ambon, Padang, Medan, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Adapun dari seluruh audisi di sejumlah kota itu, terpilih 109 orang yang ikut seleksi selanjutnya yang disebut golden ticket. Kali in, mereka secara langsung dinilai oleh tiga dewan juri, yakni Anang Hermansyah, Ahmad Dhani, dan Agnes Monica. 
Lagu ‘’When I See You Smile’’ yang dipopulerkan Bad English menjadi lagu yang bersejarah dalam hidupnya. Sebab, dengan menyanyikan lagu itulah dia lolos dan memperoleh golden ticket untuk mengikuti babak eliminasi di audisi Indonesian Idol.
“Deg-degan juga harus menyanyi di hadapan penyanyi hebat Indonesia,” ujarnya mengenang.
Tahap demi tahap dilalui, mulai 30 besar, 27 besar, sampai akhirnya dia dinyatakan tembus hingga 15 besar. Saat ini, dia pun lolos meraih 12 besar dan mendapatkan tiket ke ajang spektakuler. “Jalan masih panjang, harus persiapan mental dan banyak latihan,” ungkap dia ingin membawa nama baik Kebumen.
Vokalis Dewa   
Lolosnya Yoda ke babak spektakuler, memang telah diprediksikan banyak orang. Selain memiliki karakter yang kuat, dia memiliki aura bintang yang dicari ajang pencari bakat. Bahkan, Yoda sempat mendapat tawaran dari Ahmad Dhani untuk menjadi vokalis Dewa.
Cerita itu berawal ketika para kontestan berkesempatan berkunjung ke kediaman Ahmad Dhani. Saat itu, Ahmad Dhani memberi tawaran kepada Yoda untuk menjadi vokalis Dewa mengganti Once yang resign. “Waktu itu, ditanyakan mau jadi juara Idol apa jadi vokalisnya Dewa. Bingung jawabnya. Jelas enggak bisa jawab, bingung juga,” ungkap pengidola vokalis Aerosmith, Steven Tyler tersebut.
Sadar betul arti dari tawaran tersebut, namun Yoda menegaskan bahwa menjadi juara Indonesian Idol juga sangat penting untuk dirinya.  “Jadi Idol bener-bener bisa berimbas sangat kuat. Idol adalah Idol. Dewa adalah Dewa. Siapa sih yang enggak mau jadi vokalisnya Dewa. Lihat saja nanti. Lagi pula saya mau menyelesaikan tugas saya di Idol dulu,” ungkapnya.
Yang jelas, dia berjuang keras di bidang musik sebagai bentuk pembuktian kepada orang tuanya yang pernah dikecewakan, bahwa dengan musik pun dia bisa membanggakan keluarga.
Dan, setelah mengikuti audisi Indonesian Idol, nama Yoda tidak hanya populer di kalangan remaja di Kebumen. Penggemarnya sudah ada di seluruh Indonesia. Bahkan follower di account twitternya @TheRealOda melonjak drastis. Dari awalnya 100 sekarang ini lebih dari 23.000 follower.
“Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Selain ingin membuat bangga keluarga, aku ingin membawa nama baik Kebumen melalui Indonesian Idol,” tandasnya. 
Dukung kepada Yoda bisa diberikan dengan cara ketik YODA kirim ke 9288

Sabtu, 14 April 2012

Cherry Belle Ganti Personil


Kabar yang beredar mengenai dua personil Cherry Belle bakal diganti benar adanya. Dalam konferensi pers Ada Apa dengan Cherry Belle di SCTV, diketahui Wenda dan Devi tidak lagi menjadi anggota Chibi, sebutan girlband tersebut.
Menurut Produser Cherry Belle Dino Raturandang, digantinya Wenda dan Devi lantaran kedua cewek ini sudah tak sesuai dengan konsep yang disepakati sejak awal masuk Chibi.
"Konsep dari brand yang bernama Cherry Belle ini kan fun teen girl, singing dance skill dan good looking with star aura. Nah, mereka sudah jadi wanita sehingga sudah gak sesuai dengan konsep Chibi," ujarnya, Kamis (12/4).
Diterangkan lagi bahwa pergantian seperti ini merupakan hal biasa dalam sebuah grup band. Selain tetap pada konsep yang ditetapkan, pergantian juga memberikan penyegaran bagi Cherry Belle.

dikutip dari :

http://yahoo.com

Rabu, 11 April 2012

Konser Dream Theater di Indonesia



Dream Theater World Tour 2012
Live in Mata Elang Indoor Stadium, Ancol Jakarta
Saturday , 21 April 2012 at 17.00 WIB

For Update News Follow : @ticketonfire ( http://www.twitter.com/#!/ticketonfire )

Promoted by: Variant Entertainment ( http://www.variantmusic.com/ )
Official Ticketing : http://www.ticketonfire.com/

For More info About Indonesian Dream Theater Fans Club Road to DT Concert 2012 Please Join us at : http://idtfc.com/forumv2/index.php 

& Kaskus Dream Theater Official Thread: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8257810




*Jangan terkecoh penawaran Ticket DT kelak oleh Oknum-oknum yg tidak bertanggung jawab yg bukan berasal dari Promotor atau Pihak yg ditunjuk oleh Promotor ya Konfirmasi dulu deh ke Promotor atau kita disini atau ke IDTFC agar lebih jelasnya kelak

Selasa, 10 April 2012

Harga Tiket Konser Musisi Lokal

Siapa bilang pertunjukan musisi dalam negeri tidak ikut memanas saat musisi asal luar negeri terus berdatangan untuk manggung di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini? Siapa bilang harga tiket konser musisi lokal selalu lebih murah ketimbang konser musisi asing di sini?

di awal tahun 2012 ini saja, tercatat ada sejumlah konser musisi lokal berskala lumayan besar yang sudah dan akan digelar di Indonesia, terutama di Jakarta. Mulai dari konser Chaseiro – Music & Friends, Chrisye 2012 – Kidung Abadi, Area 62 – 100% Lokal, I Slank U – The Journey of The Blue Island, dan Ahmad Dhani and Indonesian All Stars. Itu belum termasuk KLa Project yang berencana menggelar kembali konser berkonsep akustik, KLakustik, pada beberapa bulan mendatang.

Untuk lokasi yang dipilih menjadi tempat pertunjukan juga umumnya yang biasa dipakai untuk konser artis musik dari luar negeri. Luas, megah, dan bergengsi.

Begitu pula dengan harga tanda masuknya. Sekilas, sepertinya sudah semakin sulit membedakannya dengan harga karcis konser artis musik dari luar negeri di sini. Saat ini semakin tidak mudah menemukan harga tiket termurah dari konser-konser musisi lokal seperti di atas tadi berada di angka 200 ribu rupiah atau di bawah angka itu. Rata-rata sudah mencapai kisaran 300-400 ribuan rupiah. Begitu juga dengan harga di kelas termahal, angkanya terkesan semakin merambah ke tingkat yang lebih tinggi.

Idealnya, penentuan harga tiket sebaiknya jangan sampai membuat calon pembeli tiket dihadapkan pada situasi terpaksa harus memilih antara konser musisi lokal atau asing, karena faktor harga yang hampir sama (mahalnya)


Kamis, 02 Februari 2012

Konser 'Tribute to Peterpan' Digelar di 4 Kota

Jakarta - Ariel masih mendekam di tahanan. Tapi bukan berarti band yang digawanginya mati berkegiatan. Konser 'Tribute to Peterpan' pun digelar di empat kota di Indonesia.

Empat kerabat Ariel yaitu Lukman, Reza, Uki dan David menjadi bintang utama dalam konser bertajuk 'Tribute to Peterpan Dari Sahabat Untuk Sahabat'. Tanpa Ariel mereka dibantu para penyanyi kesohor di Indonesia.

Musisi yang ikut mendukung acara tersebut adalah Glenn Fredly, Naga 'Lyla', Astrid, Anji dan Fadly 'Padi'. Konser digelar oleh Surya Professional Mild dan Nada Promotama.

Konser dimulai pada Rabu, 1 Februari 2012 di Lampung dan beranjak ke Banjarmasin, Bandung dan ditutup di Semarang. Harga tiket pun dijual cukup bervariasi yang bisa langsung dibeli di tempat konser.

Ini dia jadwal konser 'Tribute to Peterpan' berikut harga tiketnya:
1 Februari 2012 - Centerstage, Lampung. Tiket Rp 200 ribu
3 Februari 2012 - Jorong Cafe, Banjarmasin. Tiket Rp 200 ribu
8 Februari 2012 - Fame Station, Bandung. Tiket Rp 100 ribu
10 Februari 2012 - E-Plaza Semarang. Tiket Rp 100 ribu


sumber
http://hot.detik.com

Rabu, 01 Februari 2012

Siap-siap Lady Gaga Umumkan Konser di Jakarta

Jakarta - Penyanyi Lady Gaga akan segera menggelar konser tur dunia. Kabarnya Indonesia menjadi salah satu negara yang akan dikunjungi. Siap-siap dengar pengumuman konser Lady Gaga!

"Lady Gaga is set to announce the dates for her upcoming 2012-2013 world tour, next month, in February," demikian isi Twitter yang disampaikan akun @hausofjay sebagai divisi promosi Lady, Selasa (31/1/2012).


Ia pun kemudian menyebutkan beberapa negara yang akan disinggahi pelantun hits 'Born This Way' itu. Indonesia termasuk di dalamnya.

"Confirmed countries for Lady Gaga's tour include: the U.S, the UK, Canada, Australia, Brazil, Indonesia, Taiwan, Singapore, India, and more."

Beberapa waktu lalu Lady sempat mengungkapkan ingin menggelar konser sebanyak mungkin sepanjang 2012 dan 2013. Indonesia juga sempat disebut Lady dalam salah satu status Twitter-nya.


sumber :
http://hot.detik.com/music/read/2012/01/31/115011/1830109/228/siap-siap-lady-gaga-umumkan-konser-di-jakarta?

Konser 'Hits' Rod Stewart


Jakarta - Dua jam, 20 lagu...rasanya singkat dan kurang. Begitulah, konser Rod Stewart di Jakarta Convention Center, Selasa (31/1/2012) malam begitu membuai sehingga lagu demi lagu seperti bergulir cepat, dan tiba-tiba sang superstar sudah sampai pada bagian pamitan.

Sesuai dengan tajuknya, 'The Greatest Hits Rod Stewart', konser malam itu mempersembahkan lagu-lagu yang paling populer dari penyanyi kelahiran Inggris tersebut. Dengan suara serak-kasar yang tiada duanya, si rambut landak itu menghipnotis lewat sebuah aksi panggung yang sungguh kaya. 

Dari segi musikalitas, Rod membentangkan dari musik pop romantis yang mendayu, rock n roll yang menghentak, country yang manis hingga blues yang penuh rasa. Sedangkan dari segi atraksi, panggung yang minimalis dihidupkan oleh Rod dan tiga cewek seksi backing vocal-nya dengan menari-nari dan melakukan berbagai gerakan kocak lainnya. Rod juga komunikatif, penuh humor dan santai. 

Rod membuka dengan 'Downtown Train' yang berirama sedang. Lalu, sejumlah lagu "basa-basi" lainnya untuk menghangatkan suasana, seperti 'Tonight's the Night (Gonna be Alright)' sebelum penonton mulai "ngeh" bahwa yang di atas panggung itu benar-benar Rod Stewart. Penonton mulai ikut menyanyi pada lagu 'First Cut is the Deepest' yang kemudian disambung dengan 'Baby Jane'. Lalu, muncullah lagu yang sudah pasti merupakan salah satu yang paling ditunggu, 'I Don't Wanna Talk About It'.

Rod menata alur konsernya dengan rapi. Ia menghilang ke balik panggung sebanyak 2 kali untuk berganti kostum, dari awalnya pink, ke ungu hingga berakhir batik biru. Semuanya jas, yang membungkus rapi kemejanya. Pergantian kostum itu juga sekaligus sebagai jeda untuk pergantian "tema". Pada bagian kedua, formasi band berubah menjadi set akustik lengkap dengan biola dan cello, untuk mengumandangkan 'Have I Told You Lately' yang legendaris itu.

Pada sesi akustik, Rod juga membawakan lagu 'Reason to Believe' dari tahun 1971, yang pernah dinyanyikan ulang oleh Wilson Phillips pada akhir dekade 80-an. Pada bagian ketiga, Rod kembali menggoyang panggung dengan formasi band, lengkap dengan saksofon dan trompet, menggemakan kembali rock n roll dan blues. 

Ada bagian ketika bola-bola plastik yang ringan bermunculan dari balik panggung, dan Rod menendanginya ke segala penjuru untuk diperebutkan penonton. Ia seperti ketika usianya masih awal 30-an di era 1970 yang energik, tampan, pirang dan rapi. Lahir di London, 1945, penyanyi bernama asli Roderick David Stewart itu dulunya dikenal piawai mensukseskan lagu-lagu yang sebelumnya kurang terkenal ketika dibawakan penyanyi lain.

Pada 1975 misalnya, ia membawakan kembali 'Sailing' yang 3 tahun sebelumnya nyaris tak dikenal ketika dinyanyikan oleh Sutherland Brother. Tak hanya mendunia, lagu yang dikemas di album 'Atlantic Crossing' itu sekaligus menandai hijrahnya Rod ke Amerika Serikat. Generasi sekarang mungkin memang agak terputus dengan lagu-lagu Rod era itu. Namun, pada dekade 2000 Rod mencoba menyentuh anak-anak muda lewat album seri 'The Great American Song Book'.

Seperti mudah ditebak, 'Sailing' menjadi lagu bonus malam itu, yang dibawakan setelah penonton berteriak "more, more". Dan, saat lagu itu menggema, sebagian penonton merangsek ke depan untuk mengabadikan momen itu dengan BB atau iPhone mereka. Ya, mereka adalah generasi yang rata-rata lahir dari era 40-an hingga 70-an. Dengan harga tiket yang (apa masih perlu kata 'relatif'?) mahal (termahal Rp 15 juta dan 'termurah' Rp 1,5 juta), Plenary Hall tetap terasa penuh sesak.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons